Home » , » Geng Motor Medan Mengamuk

Geng Motor Medan Mengamuk

MEDAN - Geng motor kembali beraksi Jalan Pattimura, Medan, Minggu (6/2) dini hari. Mobil Honda Jazz silver BK 1023 HV dengan logo Pemprov Sumut di pelatnya beserta empat penumpangnya, dan mobil KIA warna hitam BK 1156 menjadi korban.

Kejadian ini berawal ketika para pengendara mobil sedang berkumpul di Petronas, Jalan Patimura. Tiba-tiba saja ratusan anggota geng motor, yang mengendarai berbagai jenis sepeda motor, melakukan penyerangan.
Kasir di mini market Petronas mengatakan, kejadian tersebut berawal sekitar pukul 01.00 WIB. Tiba-tiba datang sekelompok orang berboncengan mengendarai sekitar 50 sepeda motor masuk ke Petronas melakukan penyerangan kepada pengendara mobil  Jazz dan KIA.

"Aku tak tahu persis kejadiannya, karena aku di dalam," ujar kasir tersebut.

Ia mengatakan, para pengendara mobil tersebut kerap kumpul di Petronas pada malam hari. Bisa dibilang, katanya, dalam seminggu tiga atau empat kali mereka berkumpul di Petronas.
Sementara, dua penjaga malam perumahan di sekitar Petronas mengatakan, para geng motor tersebut datang dari arah USU dan langsung masuk ke Petronas membawa batu, kelewang, dan benda keras lainnya. Mereka langsung melakukan penyerangan.

"Ngeri kali. Waktu orang itu menyerang, aku baru keluar dari minimarket. Mereka membabi buta melakukan pemukulan. Tapi kayaknya mereka tandai siapa yang mau dipukul, buktinya aku tidak kena pukul padahal aku di TKP," kata penjaga malam tersebut.

Penjaga malam tersebut mengatakan, sebelum para geng motor tersebut datang, pengendara mobil Jazz ribut dengan seorang wanita, yang menggunakan rok span motif bola-bola berwarna biru gelap.

Tak lama berselang, sekelompok orang dari arah USU datang membawa berbagai macam senjata. "Mereka datang berboncengan. Yang dibonceng langsung turun melakukan penyerangan, menggunakan batu, parang, balok, kelewang terhadap pengendara mobil. Sempat dipisahkan satpam, tapi satpamnya sendiri dilempar pakai balok," katanya.

Ia juga mengatakan, penyerangan tersebut seperti film mafia. Karena penyerangan tak seimbang, para pengendara mobil lari ke arah USU, dan geng motor melakukan pengejaran, sambil melempar mobil pakai batu.

Mobil Jazz menjadi bulan-bulanan geng motor di ujung Jalan Wahid Hasyim. Mobil tersebut rusak cukup parah. Kaca-kaca mobil berserakan dan banyak darah di dalam mobil.

Kejadian ini menjadi tontonan warga yang sedang melintas, namun tak ada yang berani mencertakan bagaimana penyerangan tersebut di lakukan oleh geng motor.

Sementara itu, para korban di dalam mobil dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Brimob. Tiga penumpang mobil tersebut mengalami luka serius terutama di bagian kepala.

Tiga korban tersebut masih duduk di bangku kelas III SMA di Santo Thomas. Tiga korban yang mendapat perawatan serius adalah Hans Natario (17), Daniel (17), dan Ranggut Tarigan.

Dari ketiga korban, ternyata Hans merupakan anak dokter Natario yang bertugas di RS Bhayangkara Brimob. Namun dr Natario belum mau memberikan komentar terkait anaknya yang menjadi korban kekerasan geng motor. Kapolsek Medan Baru Kompol Saptono mengatakan, saat ini masih dilakukan penyelidikan, karena korban masih di rumah sakit.

Ia juga mengatakan, jajarannya akan melakukan pengejharan terhadap geng motor tersebut. "Dugaan para pelaku tersebut merupaka geng motor," ucapnya.

Setelah mengetahui ada penyerang yang dilakukan geng motor, pihak Polsekta Medan Baru mengamankan tiga unit sepeda motor tak bertuan di Petronas.

Dua dari tiga unit sepeda motor tersebut adalah Mio BK 4233 OT, dan BK 1127 HX. Satu lagi Yamaha Jupiter BK 6591 CW. Sekitar pukul 03.00 WIB diamankan lagi sepada motor Mio BK 2877 ATT.
Diduga sepeda motor yang diamankan tersebut merupakan punya pelaku. Sementara itu, Yasri (nama minta di samarkan), seorang cashir di mini market petronas patimura mengatakan, ketiga sepeda motor yang diamnakan tersebut, tidak di ketahui kepunyaan siapa."yang pasti bukan punya karyawan atau konsumen ketiga sepeda motor itu," ucapnya singkat.

Kerap Bentrok

Tak hanya sesama geng motor, kelompok ini juga kerap bentrok dengan warga. Ketika pelaksanaan malam Imlek di kawasan AR Hakim Aksara, terjadi bentrokan antara anggota geng motor dan warga setempat.

Berdasarkan penelusuran , setidaknya  terdapat dua tempat kumpul geng motor di Kota Medan, yakni  Ring Road dan Simpang Empat Unimed Kompleks MMTC. Tak jarang di kawasan tersebut sering terjadi perkelahian antara geng dan balap liar.(ari)
Share this article :

0 komentar:

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. MEDAN News - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger